Breaking News
Kepala Kantor Imigrasi Tanjung Balai Karimun Pimpin Pelantikan Analis Keimigrasian Ahli Muda, Tekankan Integritas dan Pelayanan PRIMA | Hery Sugiarto Pimpin Razia Rutan Sipirok, Seluruh Sampel Urine Negatif | Pemdes Sidoluhur Salurkan Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng dari Bulog Bulan Februari dan Maret 2026 Kepada Masyarakat  | Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Pekalongan Gelar Lomba Gaktibplin untuk Tingkatkan Disiplin Anggota | Bhabinkamtibmas Air Tawar Monitoring Perawatan Jagung 1,5 Hektar Dukung Ketahanan Pangan Asta Cita | PT SAI Tegaskan Penanganan Warga yang Diamankan Mengedepankan Pemeriksaan Kesehatan |

Wali Kota Pekalongan  Dorong Percepatan PSEL Usai Teken Kerja Sama Antar Daerah
Selasa 14 April 2026, 11:27 WIB

Siagaonline.com, Jakarta – Wali Kota Pekalongan, H. A Afzan Arslan Djuanaid menghadiri penandatanganan kerja sama pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) antar daerah yang melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, wilayah Pekalongan Raya, dan Tegal Raya, yang digelar di aula kantor Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH, Senin (13/4/2026). 

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Pekalongan menyampaikan optimisme bahwa penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ini menjadi langkah awal percepatan pembangunan PSEL di wilayah Pekalongan Raya.“Penandatanganan MoU ini sudah sangat baik. Mudah-mudahan bisa segera mendorong pembangunan pembangkit listrik energi sampah di Pekalongan Raya agar cepat terealisasi,” ujar Wali Kota.

Ia menambahkan, sesuai arahan Menteri, masih banyak daerah yang menghadapi persoalan pengelolaan sampah yang belum optimal, sehingga dibutuhkan respons cepat dari para kepala daerah, khususnya di wilayah regional.“Tadi juga disampaikan oleh Pak Menteri, masih banyak daerah yang sampahnya belum terkelola dengan baik. Ini butuh respon cepat, terutama dari kepala daerah di masing-masing region dan Alhamdulillah Pekalongan menjadi salah satu yang sudah siap,” imbuhnya.

Meski demikian, Wali Kota mengakui bahwa proses pembangunan PSEL membutuhkan waktu, mulai dari penyiapan lahan hingga konstruksi yang diperkirakan memakan waktu satu hingga dua tahun. “Memang prosesnya tidak instan, tapi dalam masa itu kita tetap diminta untuk mengelola sampah dengan baik dan benar, tidak ada lagi open dumping,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Kota Pekalongan saat ini telah memiliki sejumlah fasilitas pengolahan sampah seperti TPST dan TPS 3R, meski baru mampu mengurai sekitar 50 persen dari total sampah yang ada.“Kita sudah punya TPST, TPS 3R, tapi baru terurai kurang lebih 50 persen. Ke depan, pemilahan sampah dari rumah tangga harus menjadi program prioritas yang segera disosialisasikan secara masif,” jelasnya.

Wali Kota berharap dukungan masyarakat agar rencana pembangunan PSEL dapat berjalan lancar, mengingat Kota Pekalongan menjadi lokasi utama proyek tersebut.
(ims/pkmp)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top